Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sabtu, 16 November 2013

Class Meeting #6: Cerita diantara Kita


“Pemenang itu  bukanlah orang yang menjuarai setiap perlombaan, tapi sesungguhnya pemenang itu adalah orang yang selalu bengkit setiap mengalami kekalahan.”

Bangkit! Itulah hal yang setiap kali kami lakukan setelah mengalami kekalahan. Perlombaan demi perlombaan sudah kami lalui, walau pada akhirnya kami harus hal pahit yaitu kekalahan. Namun, kami selalu menganggap kekalahan itu seperti obat, pahit saat pertama dan manis suatu hari nanti.

Setiap hari, semangat baru. Berharap class meeting di hari yang baru dapat menjadi milik kita. Semangat itulah yang terus kami tanamkan, semangat untuk terus maju, semangat untuk selalu berusaha keras, dan semangat tak pantang menyerah. Dan yang paling penting adalah semangat untuk selalu bangkit dari kekalahan. Yah! Bangkit.

Semangat kebangkitan diri  itu kami nampakkan dalam mengikuti beberapa perlombaan pada hari ini. Hari yang inbdah untuk bangkit dari kekalahan. Ada beberapa perlombaan class meeting pada hari ini, antara lain Tenis Meja putri, Kaligrafi, dan Pidato keagamaan.

Pidaao Keagamaan



Tepatnya Pidato Keagamaan Kristen yang diwakili oleh Luciana Yuanita Butar-butar. Pada kesempatan kali ini, dia mengambil topik pidato yang tentunya tak asing bagi kami yang tengah duduk di kelas 12 SMA. Topik itu adalah tentang Ujian Nasional, dimana dalam pelaksananyya masih banyak oknum-oknum yang bertindak curang atau bahkan melakukan segala hal yang bertyentangan dengan nilai agama. Topik itu dikemas secara apik dengan beberapa ayat Alkitab yang memperkuat argumen tersebut.

Kaligrafi





Tak semua orang bisa menulis arab dengan baik, apalagi menulis keligrafi. Tentunya sulit. Namun sesulit apapun itu, teman kami, Uswatun Khasanah membuktikannya bahwa semua kesulitan pasti akan terasa mudah bila dilakukan dengan ikhlas dan penuh semangat. Wah! Semoga beruntung ya dan bisa mendapatkan juara! Amin...

Tenis Meja putri





Yang satu ini benar-benar luar biasa. Bagaimana tidak, Uswatun yang baru saja selesai berlomba kaligrafi kini harus mengganti kostumnya untuk sesegera mungkin bertanding Tenis meja putra. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri untuknya.

Tetapi lagi-lagi sebuah semangat membuktikan bahwa semangat itu bisa menglahkan segalanya. Kami pun berkesempatan untuk melamwan perkilan dari kjels XII Ipa 4, Parsih. Pada akhirnya, pada tenis meja putri kali ini kami memang kalah, namun kami tak pernah putus semangat! Masih banyak perlombaan yang harus kami lewati dengan semnagt yang terus kami perbaharui.

Enjoy the ride and love the ending :)


0 komentar:

Posting Komentar